MADIUN – Kebersamaan dan visi kemajuan menjadi atmosfer utama dalam acara Silaturahmi Juragan Sambel Pecel (JSP) Kota Madiun yang digelar hari ini, Sabtu (25/04). Bertempat di lokasi pertemuan Cafe LDR Madiun, mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB, para pengusaha sambel pecel lokal berkumpul untuk merumuskan langkah strategis komunitas ke depan.
Acara yang dipimpin langsung oleh Ketua JSP, Sutiknyo, ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga menghasilkan sejumlah keputusan penting bagi masa depan para anggota.
Sistem Saham Jadi Pilihan Utama Produksi
Salah satu poin krusial dalam sambutan dan dialog hari ini adalah rencana produksi sambel pecel secara massal. Sutiknyo menawarkan dua opsi skema kepada anggota: menggunakan sistem kemasan dengan merk pribadi atau sistem saham kolektif.
Hasilnya, mayoritas anggota sepakat memilih Sistem Saham. Pilihan ini diambil sebagai langkah taktis mengingat JSP merupakan Badan Hukum Perkumpulan yang secara regulasi tidak diperbolehkan melakukan kegiatan komersial secara langsung. Dengan skema saham, unit produksi akan dikelola secara profesional dan legal sebagai milik bersama, sehingga tetap selaras dengan status hukum organisasi.
Perkuat Jejaring: Kunjungan ke Instansi dan BUMN
Selain urusan internal produksi, pertemuan hari ini juga menetapkan agenda strategis berupa kunjungan kerja ke berbagai instansi terkait. JSP berencana melakukan audiensi kepada Wali Kota Madiun serta dinas-dinas terkait guna memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
Tak hanya itu, komunitas juga menjadwalkan kunjungan ke sektor industri dan transportasi besar seperti PT INKA dan PT KAI. Langkah ini diambil untuk membuka peluang kolaborasi, baik dalam hal penyediaan produk kuliner khas Madiun di lingkungan instansi tersebut maupun dukungan terhadap pemasaran sambel pecel JSP secara lebih luas.
Legalitas Produk dan Agenda Tour Bersama
Komunitas JSP juga menunjukkan komitmennya dalam membantu standarisasi usaha anggota. Salah satu agenda prioritas ke depan adalah pendampingan pengurusan legalitas produk bagi seluruh anggota, mulai dari izin P-IRT, sertifikasi Halal, hingga aspek legal lainnya agar produk anggota semakin kompetitif di pasar nasional.
Sebagai penutup rangkaian agenda, untuk mempererat rasa kekeluargaan, komunitas juga merencanakan kegiatan Tour Bersama. Agenda ini diharapkan menjadi momen penyegaran (refreshing) sekaligus sarana benchmarking ke sentra industri kuliner di daerah lain.
"Kita ingin JSP tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tapi juga menjadi jembatan bagi anggota untuk lebih baik, baik dari sisi legalitas, akses ke instansi, hingga kesejahteraan melalui usaha bersama produksi sambal pecel," pungkas Sutiknyo sebelum menutup acara pada pukul 13.00 WIB.
Laporan: Tim Media JSP
Lokasi: Kota Madiun
Tanggal: 25 April 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar